Arti Lambang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)

image

Gerakan Pemuda Ansor (GP Anshor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Lambang GP Ansor terdiri dari :

    • Segitiga alas berarti tauhid, garis sisi kanan berarti fiqih dan garis sisi kiri berarti tasawuf.
    • Segitiga sama sisi bermakna keseimbangan pelaksanaan ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah yang meliputi Iman, Islam dan Ihsan atau Tauhid, Ilmu Fikih dan Ilmu Tasawuf.
    • Garis Tebal sebelah luar dan tipis sebelah dalam pada sisi segitiga berarti keserasian dan keharmonisan hubungan antara pemimpin (garis tebal) yang dipimpin (garis tipis).
    • Warna hijau berarti kedamaian, kebenaran dan kesejahteraan.
    • Bulan sabit berarti kepemudaan.
    • Sembilan bintang , Satu yang berarti sunnah Rasullullah SAW. Empat bintang disebelah kanan berarti sahabat Nabi (Khulafaur Rasyidin), Empat bintang disebelah kiri berarti madzab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali)
    • Tiga sinar kebawah berarti pancaran cahaya dasar-dasar agama, yaitu Iman, Islam dan Ihsan yang terhujam dalam jiwa dan hati.
    • Lima sinar keatas berarti manifestasi pelaksanaan terhadap rukun Islam yang lima, khususnya shalat lima waktu.
    • Jumlah sinar yang kedelapan berarti juga”pancaran semangat juang dari delapan Ashabul Kahfi dalam menegakkan hak dan keadilan, menentang kebatilan dan kedzaliman serta pengembanganagama Allah kedelapan penjuru mata angin.
    • Tulisan ANSOR (Huruf besar ditulis tebal) berarti”ketegasan sikap dan pendirian.

    Sumber : ansorpekalonganbarat.blogspot.com

    Arti Lambang Resimen Mahasiswa (Menwa)

    Lambang Resimen Mahasiswa

    Lambang Resimen Mahasiswa terdiri dari :

    1. Perisai Segilima melambangkan keteguhan sikap.
    2. Padi dan Kapas melambangkan dasar bernegara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
    3. Bintang , Sayap Burung , Jangkar dan Lambang Polri melambangkan Resimen Mahasiswa berada di bawah naungan ketiga unsur angkatan dan Polri
    4. Pena dan Senjata melambangkan di dalam pengabdiannya, wira melakukan keselarasan antara ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.
    5. Buku Tulis melambangkan tugas pokok setiap wira adalah mengembangkan ilmu pengetahuan, di samping melaksanakan tugas-tugas kemenwaan.
    6. Semboyan Widya Castrena Dharma Siddha* yang berarti Penyempurnaan Kewajiban Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan.

    * Semboyan Resimen Mahasiswa Indonesia adalah “Widya Castrena Dharma Siddha” yang berasal dari bahasa Sanskerta. “Widya” yang berarti ilmu pengetahuan, “Castrena” yang berarti senjata, “Dharma” yang berarti kewajiban dan “Siddha” yang berarti sempurna. Arti dari semboyan tersebut adalah Penyempurnaan Kewajiban Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan. Yang dimaksudkan dengan Ilmu Pengetahuan adalah segala macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini dipergunakan untuk menempuh jenjang karir, dengan tidak melupakan tujuan utama melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang bersangkutan dengan jiwa keperwiraan, keksatriaan dan kepemimpinan, bukan sekedar keahlian dalam bertempur atau pun yang sejenis.

    Semboyan Widya Castrena Dharma Siddha ini diciptakan oleh Prof. Ir. Harsojo. Awalnya menjadi semboyan Menwa Mahawarman kemudian menjadi semboyan Resimen Mahasiswa Indonesia.

    Sumber :

    Arti Lambang NU (Nahdatul Ulama)

    lambang nahdatul ulama

    Lambang NahdlatulUlama terdiri dari

    1. Globe(bola dunia), melambangkan bumi tempat manusia hidup dan mencari kehidupan yaitu dengan berjuang, beramal, dan berilmu. Bumi mengingatkan bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah serta dikeluarkan dari tanah pada hari kiamat.
    2. Peta Indonesis yang terlihat pada globe, melambangkan bahwa NU berdiri di Indonesia dan berjuang untuk kekayaan negara RI.
    3. Tali bersimpul yang melingkari globe, melambangkan persatuanyang kokoh dan ikatan di bawahnya melambangkan hubungan manusia dengan Allah SWT. Untaian tali berjumlah 99, melambangkan Asmaul Husna agar manusia hidup bahagia di dunia dan akhirat.
    4. Bintang besar, melambangkan kepemimpinan nabi Muhammad SAW. Empat bintang di atas garis katulistiwa melambangkan kepemimpinan Khulafaur Rosyidin (Abu bakar Shiddiq, Umar bin Khotob, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib). Empat di bawah garis katulistiwa melambangkan empat madzab (Imam Syafi’i, Maliki, Hambali, dan Hanafi). Jumlah bintang ada 9 melambangkan Walisongo.
    5. Tulisan arab “Nahdlatul Ulama” membentang dari kanan ke kiri, menunjukkan nama organisasi yang berarti kebangkitan para Ulama.
    6. Warna dasar hijau melembangkan kesuburan tanah air Indonesia, Sedangkan tulisan berwarna putih melambangkan kesucian.

    Bedasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa NU adalah organisasi keagamaan yang setia mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. dan para sahabat, menganut salah satu madzhab empat serta sebagai kelanjutan dari perjuangan Walisongo dalam berdakwah islam di Indonesia.

    Sumber : syahrulmujib.wordpress.com

    Arti Lambang Korpri

    Lambang Korpri

    UMUM
    Lambang terdiri dari 3 (tiga) bagian pokok.

    • POHON dengan 17 ranting, 8 dahan dan 45 daun, yang melambangkan kehidupan masyarakat Indonesia sejak diproklamasikannya Negara Republik Indonesia  pada  tanggal 17 – 8- 1945.
    • RUMAH/BALAIRUNG dengan lima tiang, melambangkan Pemerintah Republik Indonesia yang stabil dan demokratis berdasarkan Pancasila.
    • SAYAP yang besar dan kuat berelar 4 (empat) di tengah 5 (lima) di tepi yang melambangkan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia yang luhur dinamis berdasarkan Undang-Undang ’45.

    MAKNA DAN ARTI MOTIF

    1. Pengambilan motif pohon didasarkan Tradisi Bangsa Indonesia yang menggunakan motif itu sebagai lambang kehidupan masyarakat.
    2. Motif balairung melambangkan Pemerintah yang demokratis. Balairung sebagai tempat bertukar fikiran yang/biasa terdapat di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat di kampung – kampung.
    3. Ke-lima tiang dari balairung melukiskan Pancasila sebagai azas KORPRI.
    4. Motif sayap melambangkan kekuatan kesanggupan dan dinamika hidup.
    5. Pangkal kedua sayap bersatu di tengah melambangkan sifat persatuan KORPRI di dalam satu wadah yang melukiskan jiwa korsa yang bulat sebagai alat yang ampuh, bersatu padu dan setia kepada pemerintah untuk menyelenggarakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan.
    6. Sayap yang mendukung balairung dan pohon menggambarkan hakekat tugas KORPRI sebagai mengabdi masyarakat yang mengutamakan kepentingan umum, Bangsa dan Negara.
    7. Pedoman yang melandasi dan mendukung bangunan balairung adalah sebagai lambang loyalitas tunggal KORPRI terhadap Pemerintah dan Negara.
    8. Pohon   dengan   dahan   dan   dedaunan   yang   tersusun    rapi   teratur melambangkan hasil pemeliharaan dan pemantapan stabilitas politik dan sosial yang dinamis di dalam Negara Republik Indonesia.
    9. Lantai gedung balairung yang tersusun harmonis pyramidal, melambangkan peningkatan dan pemeliharaan mutu/watak KORPRI.
    10. Warna emas dari lambang mempunyai arti keluhuran dan keagungan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia.
    11. Sumber : adeesign.com