Arti Bendera Nepal

Bendera Nepal

Bendera Nasional Nepal satu-satunya bendera nasional berbentuk segi tiga di dunia. Terdiri dari dua segi tiga yang saling bertumpuk dengan segi tiga kecil di atas dan segi tiga besar di bawah. Bendera ini mengandung arti :

  • Warna bendera merah dengan tepi warna biru. Merah adalah warna bunga azalea yang merupakan bunga nasional Nepal, sedang warna biru melambangkan perdamaian.
  • Gambar bulan sabit dan bintang putih pada segi tiga atas melambangkan Kerajaan.
  • Gambar matahari warna putih pada segi tiga bawah merupakan lambang Keluarga Rana. Motif matahari dan bulan juga mewakili aspirasi baik rakyat agar Nepal selalu abadi bagaikan matahari dan bulan.
  • Dua ujung bendera melambangkan dua puncak Pegunungan Himalaya.

Sumber : indonesian.cri.cn

Iklan

Arti Bendera Nasional Korea Selatan

Bendera Korea Selatan

Bendera Nasional Korea selatan adalah Taegeukki. Pada bendera nasional Korea terdapat bulatan berwarna biru dan merah serta balok dengan bentuk yang berbeda dan berwarna hitam di empat sisi dengan dasar putih. Adapun Bendera Nasional Korea Selatan terdiri dari :

  • Warna Dasar
    Warna dasar putih melambangkan kebersamaan nasional, kemurnian dan pasifisme bagi bangsa Korea. Sejak masa lampau, bangsa Korea mengenakan pakaian berwarna putih, jadi dijuluki sebagai ‘Baekeuiminjok’ berarti ‘bangsa yang mengenakan pakaian berwarna putih’. Oleh karena itu, warna putih dalam Taegeukki, melambangkan bangsa Korea.
  • Taegeukyangeui
    Setengah lingkaran berwarna biru dan berwarna merah, dengan bentuk seperti angin puyuh. Pola Taegeuk ini merupakan pola tradisional yang dimanfaatkan bangsa Korea sejak masa silam. Warna biru bersifat ‘yin’ prinsip negatif di alam, melambangkan harapan. Sementara itu, warna merah bersifat ‘yang’ prinsip positif di alam, melambangkan ningrat. Bentuk bulat memiliki arti saling mendukung, jadi saling berkembang dalam hubungan persaingan. Oleh karena itu, Taegeuk diartikan asal semua makhluk, sekaligus sumber jiwa manusia.
  • 4 Gwe
    Di 4 sudut bendera nasional Korea, Taegeukki terdapat 4 Gwe yang memiliki bentuk saling berbeda, masing-masing Gun, Gon, Gam, dan Ri. Gun menunjuk langit, musim semi, timur dan keramahan. Gon melambangkan tanah, musim panas, barat, dan keadilan. Gam berarti bulan, musim dingin, utara dan kecerdasan. Ri memiliki makna langit, musim gugur, selatan, dan kesopanan. Sagwe, yakni 4 Gwe tersebut terus berkembang Gun → Ri → Gon → Gam → Gun secara bergiliran dengan abadi.

  • Makna Taegeukki secara keseluruhan
    Dasar berwarna putih, pola Taegeeuk dan 4 Gwe melambangkan perdamaian, persatuan, penciptaan, cahaya dan kemakmuran.

Sumber : rki.kbs.co.kr

Lambang Negara Indonesia

Garuda Pancasila

Burung Garuda merupakan binatang mitos dalam mitologi Hindu dan Buddha. Garuda dalam mitos digambarkan sebagai makhluk separuh burung (sayap, paruh, cakar) dan separuh manusia (tangan dan kaki). Garuda sebagai lambang negara menggambarkan kekuatan dan kekuasaan dan warna emas melambangkan kejayaan, karena peran burung garuda dalam cerita pewayangan Mahabharata dan Ramayana.

Jumlah bulu burung garuda ini dibuat sedemikian rupa sehingga mengingatkan akan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Pada sayapnya terdapat 17 bulu, 8 bulu ekor, 19 bulu di bawah perisai, dan 45 bulu leher.

Perisai
Perisai merupakan lambang pertahanan negara Indonesia. Gambar perisai tersebut dibagi menjadi lima bagian: bagian latar belakang dibagi menjadi empat dengan warna merah putih berselang seling (lambang bendera Indonesia), dan sebuah perisai kecil miniatur dari perisai yang besar bewarna hitam berada tepat di tengah-tengah. Garis lurus horisontal yang membagi perisai tersebut menggambarkan garis khatulistiwa yang tepat melintasi Indonesia di tengah-tengah.

Emblem

Patung besar Garuda Pancasila, terpasang di ruang tenang Monas, Jakarta.Setiap gambar emblem yang terdapat pada perisai berhubungan dengan simbol dari sila Pancasila yang diprakarsai oleh Presiden Sukarno.

Bintang Tunggal
Ketuhanan Yang Maha Esa. Perisai hitam dengan sebuah bintang emas berkepala lima menggambarkan agama-agama besar di Indonesia, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan juga ideologi sekuler sosialisme.

Pada masa orde baru, lambang ini juga digunakan oleh salah satu dari tiga partai pemerintah, yaitu Partai Persatuan Pembangunan / PPP.

Rantai Emas
Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu dengan yang lainnya yang saling membantu. Gelang yang lingkaran menggambarkan wanita, gelang yang persegi menggambarkan pria.

Pohon Beringin
Persatuan Indonesia. Pohon beringin (Ficus benjamina) adalah sebuah pohon Indonesia yang berakar tunjang – sebuah akar tunggal panjang yang menunjang pohon yang besar tersebut dengan bertumbuh sangat dalam ke dalam tanah. Ini menggambarkan kesatuan Indonesia. Pohon ini juga memiliki banyak akar yang menggelantung dari ranting-rantingnya. Hal ini menggambarkan Indonesia sebagai negara kesatuan namun memiliki berbagai akar budaya yang berbeda-beda.

Pada masa orde baru, lambang ini juga digunakan oleh salah satu dari tiga partai pemerintah, yaitu Partai Golongan Karya / Golkar.

Kepala Banteng
Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Binatang banteng (Latin: Bos javanicus) atau lembu liar adalah binatang sosial, sama halnya dengan manusia cetusan Presiden Soekarno dimana pengambilan keputusan yang dilakukan bersama (musyawarah), gotong royong, dan kekeluargaan merupakan nilai-nilai khas bangsa Indonesia.

Pada masa orde baru, lambang ini juga digunakan oleh salah satu dari tiga partai pemerintah, yaitu Partai Demokrasi Indonesia / PDI.

Padi Kapas
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas (yang menggambarkan sandang dan pangan) merupakan kebutuhan pokok setiap masyarakat Indonesia tanpa melihat status maupun kedudukannya. Hal ini menggambarkan persamaan sosial dimana tidak adanya kesenjangan sosial satu dengan yang lainnya, namun hal ini bukan berarti bahwa negara Indonesia memakai ideologi komunisme.

Motto
Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan nasional Indonesia yang berasal dari kalimat bahasa Jawa Kuna karangan Mpu Tantular yang berarti “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu” yang menggambarkan keadaan bangsa Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam suku, budaya, adat-istiadat, kepercayaan, namun tetap adalah satu bangsa, bahasa, dan tanah air.