Arti Lambang Kabupaten Bondowoso

Lambang Kabupaten Bondowoso

Lambang Daerah Bondowoso terdiri atas :

  1. Perisai, melambangkan kesatuan pertahanan dari rakyat daerah , warna kuning emas melambangkan keluhuran budi.
  2. Pohon beringin , melambangkan suatu pemeritahan yang senantiasa berusaha meberikan pengayoman kepada rakyat.
  3. Atas Kepala Kereta Api (lokomotif ) mengepul dalam bentuk garis-garis hitam yang mewujudkan dua sapi beradu muka menunjukkan kebudayaan khusus serta kegemaran rakyat Bondowoso akan aduan sapi.
  4. Kepala kerbau putih berbentuk dangkal melambangkan kerbau yang menunjukkan letak kota sewaktu pembabatan kota Bondowoso.
  5. Kepala Kereta api ( Lokomotif ) melambangkan keberanian perjuangan rakyat Bondowoso, warna hitan yang tak pernah luntur melambangkan kekuatan serta ketetapan hati.
  6. Cemeti , Parang, Tasbih merupakan pegangan Kironggo yang kewibawaannya dicerdaskan atas ketekunan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  7. Jagung, seni karya, padi, daun tembakau, menunjukaknan hasil utama Kabupaten Bondowoso.
  8. Tulang daun tembakau membagi daun tembakau sebelah luar menjadi lima bagian , melambangkan dasar Negara Pancasila. Tulang daun tembakau membagi daun tembakau sebelah dalam menjadi empat bagian dan sebelah luar menjadi lima bagian melambangkan Undang-undang Dasar 1945.
  9. Gunung dan Air menunjukkan letak geografis daerah yang dikelilingi oleh gunung-gunung dengan pengairan cukup , warna biru melambangkan harapan atas kesuburan daerah .
  10. Sesanti Daerah Kabupaten Bondowoso berbunyi “SWASTI BHUWANA KRTA”
    • Swasti artinya :
      • Selamat, Bahagia lahir dan batin
      • Merdeka
      • Menyatu diri dengan Tuhan untuk mendapatkan kebahagian lahir dan batin/keselamatan dunia akhirat
    • Bhuwana Krta artinya Kemakmuran dunia / kesempurnaan dunia
    • Swasti Bhuwana Krta artinya barang siapa di dunia melakukan amal perbuatan yang baik dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa akan mendapatkan kesempurnaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat

Sumber : www.bondowosokab.go.id

Arti Lambang Kabupaten Banyuwangi

Lambang Kabupaten Banyuwangi

Lambang Kabupaten Banyuwangi terdiri dari :

  1. Daun lambang berbentuk perisai, berwarna hitam dan hijau adalah lambang keamanan dan ketentraman serta kejujuran yang melambangkan dasar dan keinginan hidup rakyat Kabupaten Banyuwangi.
  2. Bintang dengan warna kuning emas, adalah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa, bersudut lima dan bersinar lima dengan garis tegak berarti berdiri tegak atas dasar Pancasila yang merupakan dasar dan falsafah Negara yang senantiasa dijunjung tinggi serta selalu menyinari jiwa rakyat Kabupaten Banyuwangi. Bintang bersinar lima menyinari Peta Kabupaten Banyuwangi, padi dan kapas.
  3. Padi dan kapas, lambang sandang pangan yang menjadi kebutuhan pokok rakyat sehari-hari.
    Gambar padi berbutir 17 buah dan kapas 8 buah melambangkan saat-saat keramat bagi Bangsa Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945.
  4. Peta Kabupaten Banyuwangi, yang terdapat banyak sungai-sungai dilukiskan warna kuning dan hijau serta di lingkungan Selat Bali dan Samudra Indonesia melambangkan sumber kemakmuran daerah.
  5. Pita berisikan tulisan BANYUWANGI, menunjukkan Daerah Kabupaten Banyuwangi.
  6. Pita dasar dengan warna putih, berisikan tulisan SATYA BHAKTI PRAJA MUKTI menunjukkan makna selalu mengabdi kepada kebenaran demi kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat.

Sumber : www.banyuwangikab.go.id

Lambang Kabupaten Pacitan

kabupaten pacitan

Lambang Kabupaten Pacitan terdiri dari :

  1. Perisai Bersudut Lima melambangkan dasar negara Negara Kesatuan Republik Indonesia, “Pancasila” yang harus kita pertahankan sampai akhir zaman. Karena Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia selaras dengan tuntutan budi nurani umat manusia di dunia ini.
  2. Garis merah dan putih yang melingkari separo perisai melambangkan Bendera Negara Indonesia. Merah berarti berani dan Putih berarti suci, sebagai jiwa bangsa Indonesia, berani karena kesucian, didalamnya terkandung makna kebenaran, kebijaksanaan dan keadilan serta tidak meninggalkan dasar Dasar Negara Indonesia, Pancasila. Garis hitam melingkar dibagian bawah separo perisai (sebagai kelanjutan garis merah), berarti kebenaran.
  3. Bintang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Sila Pertama dari Pancasila.
  4. Gunung Lima melambangkan geografi Pacitan dimana terletak Gunung Lima yang terkenal sebagai tempat bertapa/ bersemedi.
  5. Pintu gerbang dan Tugu Pahlawan Pacitan melambangkan peringatan masyarakat Pacitan kepada para pahlawan/patroit Pacitan yang telah gugur sebagai kusuma bangsa yang dulu telah gigih melawan kaum kolonial demi menegakkan kemerdekaan Nusa dan Bangsa Indonesia serta menjunjung tinggi Sapta Marga yang dituliskan sebagai pohon kelapa berdaun tujuh di atas Tugu Taman Pahlawan.
  6. Laut Berombak Empat digambar melengkung (berbatas gambar rantai) yang menunjukkan letak geografi Pacitan ditepi teluk yang melengkung dan menjorok kedaratan.
  7. Ombak digambar 4, gunung digambar 5 buah, padi berjumlah 17, dan kapas berjumlah 8, bila dirangkai menjadi 17-8-“45 adalah tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
  8. Rantai (Membatasi Laut) melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Pacitan khususnya dan Indonesia pada umumnya yang harus digalang.
  9. Ketela pohon dan bambu melambangkan tanaman rakyat Pacitan, yang merupakan sumber penghidupan selama berabad-abad telah menghidupkan semangat juang dan kerja keras masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.
  10. Padi dan kapas melambangkan pengharapan seluruh rakyat Indonesia terwujudnya murah pangan dan sandang.
  11. Sesanti “TATA PRAMANA HARGENG PRAJA” melambangkan tekad Pemerintah dan masyarakat Pacitan untuk menciptakan pemerintahan yang arif bijaksana serta mampu mengayomi dan mewujudkan masyarakat yang adil makmur, tata tentrem kerto raharjo di dalam wilayah yang dipenuhi bukit-bukit.

Sumber : www.pacitankab.go.id

Lambang Kabupaten Madiun

Lambang kabupaten madiun

Lambang Kabupaten Madiun terdiri dari :

  1. Bentuk Seluruhnya merupakan Perisai : Lambang Pertahanan
  2. Bintang Bersudut 5 ( Lima ) : Lambang Pancasila
  3. Pohon Beringin : Lambang Kesentausaan dan Kehidupan
  4. Keris : Pusaka Nenek Moyang sebagai Lambang Kebudayaan
  5. Sayap : Lambang Kekuatan semangat mencapai cita-cita
  6. Padi dan Kapas : Lambang Kemakmuran Rakyat
  7. Warna-warna yang dipakai
    • Putih (Pita, Kapas) : Lambang Kesucian
    • Hijau (Beringin, Daun Kapas, Padi) : Lambang Penghargaan
    • Merah (Pangkal Sayap) : Lambang Keberanian
    • Kuning (Emas) Sayap, Padi,
    • Pinggiran, Pita, Bintang : Lambang Keluhuran
    • Hitam (Warna dasar) : Lambang Keabadian
  8. Sumber : http://www.madiunkab.go.id

Kabupaten Pidie Jaya

Lambang daerah berbentuk lima segi yang bermakna Lima Sila Pancasila dan Rukun Islam Lima Perkara
Lambang Daerah mengadung 7 (tujuh) Unsur perlambangan yaitu :
1. Untaian Padi dan Rangkaian Tandan Kapas Bermakna Kemakmuran Rakyat Pidie Jaya yang Adil dan Merata
2. Buku/Kitab dan Pena bermakna Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Cita-cita agar Kabupaten Pidie Jaya senantiasa mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi
3. Rencong bermakna Kepahlawanan dan Keperkasaan serta menjunjung Tinggi budaya leluhur
4. Timbangan dan Neraca bermakna Pemerintah yang adil di Kabupaten Pidie Jaya
5. Kubah Mesjid dengan Bintang Bulan diatasnya bermakna Syariat Islam yang merupakan Falsafah Hidup bagi masyarakat Kabupaten Pidie Jaya
6. Delapan Pintu di bawah Kubah bermakna bahwa Kabupaten Pidie Jaya memiliki Delapan Kecamatan dalam Wilayahnya
7. Pita merah bertulisan Pidie Jaya bermakna masyarakat Kabupaten Pidie Jaya memiliki potensi dalam mengembangkan sector pertanian dan perkebunan
8. Warna dasar biru tua di bagian bawah bermakna potensi laut di seluruh Kabupaten Pidie Jaya
9. Warna Biru Dasar Muda bagian Atas bermakna Warna ankasa yang bersih sebagai cita-cita masyarakat Kabupaten Pidie Jaya