Lambang Partai Demokrat

lambang partai demokrat

Partai Demokrat terdiri dari :

  1. Lambang Partai Demokrat memiliki lambang yang berupa gambar bintang, bersinar tiga
    arah dengan warna merah putih pada kedua sisinya dengan latar belakang
    warna dasar biru tua dan biru laut.
  2. Bintang Merah Putih bersegitiga bermakna suatu kesatuan yang tidak dapat
    dipisahkan dari tiga wawasan:
    a. Nasionalis-Religius; yang bermakna wawasan nasionalis serta sekaligus bermoral agama.
    b.Humanisme; yang bermakna mengakui dan menjunjung tinggi nilai dan martabat perikemanusiaan yang bersifat hakiki dan universal, sebagai bukti bahwa Bangsa Indonesia adalah bagian yang integral dari masyarakat dunia.
    c. Pluralisme; yang bermakna mengakui dan menghargai serta merangkul berbagai ras, suku bangsa, profesi, jenis kelamin, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta keberadaan ciri khas setiap daerah yang menyatu sebagai bangsa Indonesia.
  3. Warna Biru Laut yang terdapat di tengah, melambangkan kesejukan penuh kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dalam perjuangan dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa.
  4. Warna Biru Tua yang terdapat pada bagian atas dan bawah, melambangkan bahwa dalam memperjuangkan dan mengupayakan terwujudnya cita-cita bangsa, bersikap tegas, mantap, percaya diri, dan penuh optimisme yang senantiasa menjadi ciri utama yang harus dianut semua unsur bangsa dan masyarakat.
  5. Warna Merah Putih di setiap sisi bintang dengan latar belakang Biru Laut, memberi arti warna Merah Putih adalah kebangsaan atau nasionalisme dan warna Biru artinya humanisme di tengah pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia atau internasionalisme dan pluralisme yang merupakan wawasan Partai Demokrat.
  6. Warna Dasar Biru Laut, seperti halnya samudera yang membentang luas sebagai terminal akhir bagi aliran dan muara dari berbagai sungai yang membawa segala macam limbah, membaur dan menyatu menjadi jernih, tetapi terlihat berwarna kebiruan, tenang, dan damai. Demikian pula halnya Partai Demokrat, tampil sebagai partai politik yang mampu menghimpun segenap warga negara Indonesia untuk hidup bersama dan berdampingan secara damai dan saling menghormati antarsesama anak bangsa yang memiliki keanekaragaman suku, agama, ras, dan golongan.

Sumber : Pasal 9 AD ART Partai Demokrat

Lambang kabupaten Mojokerto

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 1 Tahun 1972 Tambahan Lembaran Daerah Propinsi Jawa Timur Tahun 1973 seri C Tanggal 31 Agustus 1973 No. 166/C :

Pasal 7

  1. Tiga lingkaran inti bulat yang berwarna kuning emas, abu-abu suram dalam perisai berwarna merah putih adalah melukiskan :
    • Tiga jaman kehidupan dan perjuangan bangsa Indonesia yaitu :
    • Kuning emas : Jaman keemasan Mojopahit
    • Abu abu suram : Jaman penjajahan
    • Kuning : Jaman kemerdekaan 17 Aguastus 1945
  2. Lahiriyah dan bathiniyah :
    1. Lingkaran dalam yang mengibaratkan bhatiniyah;
    2. Lingkaran luar yang mengibaratkan lahiriyah;
    3. Kedua lingkaran dalam dan luar (kombinasi) yang mengibaratkan bhatiniyah dan lahiriyah adalah sama-sama (satu);
  3. Urutan-urutan 3 zaman termaksud pada sub a. sengaja dimulai dari bagian dalam sehingga zaman kemerdekaan dilukiskan di bagian luar bidang gerak kemajuan yang luas disegala lapangan didasari politik Negara yang bebas aktif.
  4. Pasal 8

    1. Pura adalah Pura Wringin Lawang yang berwarna putih merah terdiri dari :
      • susunan pilar pertama 7)
      • susunan pilar kedua 5) = jumlah 17
      • susunan pilar ketiga 5)

      yang menggambarkan kemakmuran dalam gambar berombak sungai 5 yang melukiskan Panca Usaha dalam meningkatkan produksi pertanian.

    Pasal 9

    Pohon beringin dimaksudkan pada pasal 4 Peraturan daerah ini mengandung makna sebagai berikut :

    1. Pohon berliku 17 melambangkan perjuangan yang abadi yaitu Pemerintah yang memberikan pengayoman bagi rakyatnya di 17 Kecamatan;
    2. Pohon bercabang 3 melukiskan 3 landasan perjuangan
      1. Idiil : Pancasila;
      2. Strukturil : UUD 1945;
      3. Operasional : Keputusan-keputusan Sidang MPR (S);
        • Daun beringin berliku 17 melukiskan angka 17;
        • Sulur berjumlah 8 melukiskan angka 8;
        • Sulur berjumlah 5 melukiskan Pancasila;
        • Jumlah liku pada akar @ 3 = 15 ditambang dengan jumlah a, b, c dan d menjadi 15 yang melukiskan angka 45 sehingga pada pohon beringin itu terdapat angka keramat 17-8-45 yang dijiwai pancasila.

    Pasal 10

    Kata-kata WIJNA dan MANTRIWIRA adalah semboyan dari Gajah Mada yang berarti :

    WIJNA : Bijaksana, berpandangan luas dan penuh hikmah dalam kesukaran dan kepentingan;

    MANRIWIRA : PEMBELA NEGARA YANG SEALU BERANI, TIDAK BERBUAT SALAH KARENA YAKIN BERTINDAK DENGAN PENUH KESUCIAN DEMI KEPENTINGAN Bangsa dan Negara.

    Semboyan itu singkatnya berarti pahlawan yang berani, bijaksana dan penuh tanggungjawab.

    Pasal 11

    1. Gambar padi dan kapas melukiskan cukup sandang dan pangan
    2. Daun dan buah maja mengingatkan pada sejarah nama Majopahit (buah maja rasanya pahit)
      • Daun dan bunga kapas serta daun dan buah maja di sebelah kiri lingkaran luar berjumlah 17;
      • Antara gambar padi dan kapas di sebelah bawah terdapat hurup BRA yang berbentuk angka 8
      • Daun dan buah maja serta butir-butir padi di sebelah kanan lingkaran berjumlah 45
      • Hiasan pura bersusun 4 kiri kanan = s
      • Jumlah pilar kanan/kiri 34)
      • Pura bertingkat 6)
      • Pura tingkat 5)
    3. Adalah mengandung 2 (dua) makna :
      1. Melambangkan Daerah Kabupaten Mojokerto dengan 17 Kecamatan yang dahulu menjadi pusat Pemerintahan Kerajaan Mojopahit tempat-tempat sisa peninggalan zaman Mojopahit itu. Dalam 17-8-45 daerah Mojokerto mencatat pula banyak sejarah dan peristiwa kepahlawanan yang menunjukkan jiwa patriot dan kesadaran untuk bernegara dari rakyat.
      2. Melukiskan angka keramat 17-8-45, yang mengandung arti bahwa bathiniyah yang dilukiskan sebagai lingkaran dalam ayat (1) sub b pasal 7 Peraturan daerah ini adalah berjiwa 17-8-45;
      3. Tangga pada Pura yang berjumlah 5 melukiskan panca tertib sebagai jalan dan cara serta bagi pelaksanaan stabilitas Politik Ekonomi;
      4. Sungai adalah sungai Brantas yang melintasi daerah Kabupaten Mojokerto dengan Brantas deltanya.
      5. Warna buah maja tidak sama menunjukkan suatu proses perkembangan jalannya Pemerintahan yang makin lama makin disempurnakan sesuai dengan kemajuan Bangsa Indonesia.

      Pasal 12

      1. Huruf BRA singkatan dari Brawijaya dapat diartikan Bra berarti agung atau popular dan Wijaya berarti kemenangan gemilang (harum) sedangkan buah maja yang berjumlah semua 9 melukiskan kejayaan;
      2. Jumlah buah Maja 9 menggambarkan walisongo yang kesemuanya berketuhanan Yang maha Esa, lagi pula angka 9 adalah kesatuan yang paling tinggi melukiskan bahwa Kabupaten Mojokerto bercita-cita tinggi;
      3. Huruf BRA dilukiskan dengan garis-garis berbentuk lambang yang melukiskan/melambangkabn kesatuan dan persatuan yang kokoh kuat dan kekal abadi.

      Pasal 13
      Pada lingkaran dalam dan luar terdapat kombinasi sebagai berikut :

      1. Daun dan buah maja serta daun dan bunga kapas dalam lingkaran sebelah kiri berjumlah 17;
      2. Jumlah sulur pohon beringin dalam lingkaran bagian dalam berjumlah 8;
      3. Daun dan buah maja serta padi dalam lingkaran luar sebelah kanan berjumlah 45;

      Keseluruhan dari a, b, dan c tersebut menunjukkan angka keramat 17-8-45 terdapat pada lingkaran bagian luar dan dalam secara kombinasi yang melukiskan adanya jiwa terdapat pada bagian luar dan dalam secara kombinasi yang melukiskan adanya ikatan 17-8-45 antara lahiriyah dan bathiniyah (satu kata dan perbuatan)

      Pasal 14
      Bunga teratai putih berujung lima adalah lambing dari Departemen Dalam Negeri yang menunjukkan kesucian hidup ditengah-tengah masyarakat Pancasila.

      Pasal 15
      Perisai bersudut lima berwarna putih melambangkan perjuangan membela Pancasila secara gagah berani dan konsekwen, dengan sifat kesatria dan jujur tanpa pamrih serta penuh kesucian lahir/batin.

      Pasal 16

      Warna-warna yang dipergunakan dalam Lambang daerah berarti sebagai berikut :

      1. Kuning emas berarti = kebebasan/keluhuran
      2. Kuning biasa berarti harapan
      3. Merah berarti keberanian
      4. Putih berarti kesucian
      5. Hijau berarti kemakmuran
      6. Biru berarti ketenangan yang abadi
      7. Hitam berarti kesataun/kokoh
      8. Merah bata berarti semangat tak kinjungan padam
      9. Abu-abu suram = masa suram dan penuh penderitaan

      Pasal 17
      Dilihat dari keseluruhan Lambang daerah melukiskan Kabupaten Mojokerto sebagai daerah panjang-punjung, pasir wukir gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja, ambeg paramaarta.

      Sumber : http://www.mojokertokab.go.id

Lambang PKK

lambang pkk

Lambang PKK adalah lambang sebagaimana yang telah ditentukan dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor48 Tahun 1983.

  1. Bentuk
    Akolade melingkar segi lima dalam arti Pancasila sebagai dasar Gerakan PKK

    • Bintang
    • 17 Butir kapas, 8 simpul pengikat dan 45 butir padi
    • Akolade melingkar
    • Rangkaian mata rantai
    • Lingkaran putih dengan tulisan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, berwarna hitam
    • 10 buah ujung tombak yang tersusun merupakan bunga
  2. Warna
    Warna lambang terdiri dari :

    • Warna dasar lambang adalah biru benhur
    • Warna kuning yang dimaksud adalah warna kuning emas, untuk :
      • Gambar Bintang
      • Gambar Padi
      • Gambar Rantai
      • Gambar Kelopak Bunga Kapas
      • Gambar Tangkai Padi dan Tangkai Kapas
      • Gambar Akolade Segi Lima
    • Warna putih yang dimaksud adalah :
      • Putih Perak untuk :
        • Gambar 10 mata tombak dalam lingkaran paling dalam
        • Gambar alokade melingkar
        • Gambar bunga kapas
        • Delapan simpul pengikat tangkai padi dan kapas
      • Putih Kapas untuk :
        • Lingkaran sebagai dasar tulisan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga
        • Bunga Kapas khusus yang dicetak pada logam
  3. Arti
    • Warna :
      • Biru melambangkan suasana damai, aman, tenteram dan sejahtera
      • Putih melambangkan kesucian dan ketulusan untuk satu tujuan dan itikad
      • Kuning melambangkan keagungan dan cita – cita
      • Hitam melambangkan kekekalan/keabadian
    • Komponen :
      • Segilima melambangkan Pancasila sebagai dasar Gerakan PKK.
      • Bintang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
      • 17 butir kapas, 8 buah simpul pengikat, 45 butir padi melambangkan kemerdekaan RI dan kemakmuran
      • Akolade melingkar melambangkan wahana partisipasi masyarakat – masyarakat dalam pembangunan yang memadukan pelaksanaan segala kegiatan dan prakarsa serta swadaya gotong royong masyarakat dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan untuk mewujudkan Ketahanan Nasional.
      • Rangkaian Mata Rantai melambangkan masyarakat yang terdiri dari keluarga – keluarga sebagi unit terkecil yang merupakan sasaran Gerakan PKK.
      • Lingkaran Putih melambangkan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan.
      • 10 buah ujung tombak yang tersusun merupakan bunga melambangkan gerakan masyarakat dalam pembangunan dengan melaksanakan 10 Program Pokok PKK dan sasarannya keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

Arti keseluruhan :

Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang merupakan gerakan nasional untuk pembangunan keluarga, berazaskan Pancasila dan UUD 1945 dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, melakukan kegiatan yang terus menerus dan berkesinambungan untuk menghimpun, menggerakan dan membina masyarakat dengan melaksanakan 10 Program Pokok PKK dengan sasaran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat untuk mewujudkan keluarga sejahtera yang selalu hidup dalam suasana damai, aman, tertib, tenteram, makmur dan sejahtera dalam rangka Ketahanan Nasional.

Sumber : pkk.cilacapkab.go.id

Lambang Kabupaten Pacitan

kabupaten pacitan

Lambang Kabupaten Pacitan terdiri dari :

  1. Perisai Bersudut Lima melambangkan dasar negara Negara Kesatuan Republik Indonesia, “Pancasila” yang harus kita pertahankan sampai akhir zaman. Karena Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia selaras dengan tuntutan budi nurani umat manusia di dunia ini.
  2. Garis merah dan putih yang melingkari separo perisai melambangkan Bendera Negara Indonesia. Merah berarti berani dan Putih berarti suci, sebagai jiwa bangsa Indonesia, berani karena kesucian, didalamnya terkandung makna kebenaran, kebijaksanaan dan keadilan serta tidak meninggalkan dasar Dasar Negara Indonesia, Pancasila. Garis hitam melingkar dibagian bawah separo perisai (sebagai kelanjutan garis merah), berarti kebenaran.
  3. Bintang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Sila Pertama dari Pancasila.
  4. Gunung Lima melambangkan geografi Pacitan dimana terletak Gunung Lima yang terkenal sebagai tempat bertapa/ bersemedi.
  5. Pintu gerbang dan Tugu Pahlawan Pacitan melambangkan peringatan masyarakat Pacitan kepada para pahlawan/patroit Pacitan yang telah gugur sebagai kusuma bangsa yang dulu telah gigih melawan kaum kolonial demi menegakkan kemerdekaan Nusa dan Bangsa Indonesia serta menjunjung tinggi Sapta Marga yang dituliskan sebagai pohon kelapa berdaun tujuh di atas Tugu Taman Pahlawan.
  6. Laut Berombak Empat digambar melengkung (berbatas gambar rantai) yang menunjukkan letak geografi Pacitan ditepi teluk yang melengkung dan menjorok kedaratan.
  7. Ombak digambar 4, gunung digambar 5 buah, padi berjumlah 17, dan kapas berjumlah 8, bila dirangkai menjadi 17-8-“45 adalah tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
  8. Rantai (Membatasi Laut) melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Pacitan khususnya dan Indonesia pada umumnya yang harus digalang.
  9. Ketela pohon dan bambu melambangkan tanaman rakyat Pacitan, yang merupakan sumber penghidupan selama berabad-abad telah menghidupkan semangat juang dan kerja keras masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.
  10. Padi dan kapas melambangkan pengharapan seluruh rakyat Indonesia terwujudnya murah pangan dan sandang.
  11. Sesanti “TATA PRAMANA HARGENG PRAJA” melambangkan tekad Pemerintah dan masyarakat Pacitan untuk menciptakan pemerintahan yang arif bijaksana serta mampu mengayomi dan mewujudkan masyarakat yang adil makmur, tata tentrem kerto raharjo di dalam wilayah yang dipenuhi bukit-bukit.

Sumber : www.pacitankab.go.id

Lambang Kabupaten Madiun

Lambang kabupaten madiun

Lambang Kabupaten Madiun terdiri dari :

  1. Bentuk Seluruhnya merupakan Perisai : Lambang Pertahanan
  2. Bintang Bersudut 5 ( Lima ) : Lambang Pancasila
  3. Pohon Beringin : Lambang Kesentausaan dan Kehidupan
  4. Keris : Pusaka Nenek Moyang sebagai Lambang Kebudayaan
  5. Sayap : Lambang Kekuatan semangat mencapai cita-cita
  6. Padi dan Kapas : Lambang Kemakmuran Rakyat
  7. Warna-warna yang dipakai
    • Putih (Pita, Kapas) : Lambang Kesucian
    • Hijau (Beringin, Daun Kapas, Padi) : Lambang Penghargaan
    • Merah (Pangkal Sayap) : Lambang Keberanian
    • Kuning (Emas) Sayap, Padi,
    • Pinggiran, Pita, Bintang : Lambang Keluhuran
    • Hitam (Warna dasar) : Lambang Keabadian
  8. Sumber : http://www.madiunkab.go.id