Kabupaten Pidie Jaya

Lambang daerah berbentuk lima segi yang bermakna Lima Sila Pancasila dan Rukun Islam Lima Perkara
Lambang Daerah mengadung 7 (tujuh) Unsur perlambangan yaitu :
1. Untaian Padi dan Rangkaian Tandan Kapas Bermakna Kemakmuran Rakyat Pidie Jaya yang Adil dan Merata
2. Buku/Kitab dan Pena bermakna Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Cita-cita agar Kabupaten Pidie Jaya senantiasa mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi
3. Rencong bermakna Kepahlawanan dan Keperkasaan serta menjunjung Tinggi budaya leluhur
4. Timbangan dan Neraca bermakna Pemerintah yang adil di Kabupaten Pidie Jaya
5. Kubah Mesjid dengan Bintang Bulan diatasnya bermakna Syariat Islam yang merupakan Falsafah Hidup bagi masyarakat Kabupaten Pidie Jaya
6. Delapan Pintu di bawah Kubah bermakna bahwa Kabupaten Pidie Jaya memiliki Delapan Kecamatan dalam Wilayahnya
7. Pita merah bertulisan Pidie Jaya bermakna masyarakat Kabupaten Pidie Jaya memiliki potensi dalam mengembangkan sector pertanian dan perkebunan
8. Warna dasar biru tua di bagian bawah bermakna potensi laut di seluruh Kabupaten Pidie Jaya
9. Warna Biru Dasar Muda bagian Atas bermakna Warna ankasa yang bersih sebagai cita-cita masyarakat Kabupaten Pidie Jaya

Arti Lambang Kota Palopo

kota palopo

Makna Gambar
1. Bintang Lima, melambangkan Ketuhana Yang Maha Esa
2. Payung Berwarna Merah, adalah Pajung Pero’E atau Pajung MaejaE sebagai salah satu atribut lambang kekusaan politik Pajung Luwu atau Raja Luwu, yang melambangkan kekusaan Politik Pajung Luwu atau Raja Luwu.
3. Bessi PakkaE atau Sulengkah Kati, merupakan lambang kekusaan politik Pajung Luwu atau Raja Luwu, yang melambangkan kesejajaran atau kesetaraan hak dari seluruh lapisan masyarakat Kota Palopo. Bessi PakkaE ini juga adalah inspirator Pajung / Raja dalam menjalankan pemerintahannya secara adil, jujur, benar dan teguh dalam pendirian (“adele’, lempu’, tongeng dan getting”).
4. Masjid Jami’, adlah symbol perubahan (transformasi), rekonsiliasi sosial dan sekaligus lembang inofasi atau pembaruan konstitusi dan organisasi pemerintahan kerajaan luwu.
5. Sayap burung langkah kuajang yang terbentang, adalah symbol semangat dan kesiapan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah untuk membangun kota Palopo.
6. Padi dan kapas, adalah symbol kesejahteraan.
7. Roda adalah symbol pembagunan kota Palopo yang dinamis.
8. Tulisan huruf lontara “ware” , adalah symbol pusat pemerintahan kerajaan luwu.

Makna Sandi
• Pajung maejae
• 21 rumbai pada 1 (satu) payung menggambarkan tanggal dan bulan jadi tanah luwu (21 januari ).
• Pernik diatas payung terdiri dari, bagian atas 1 (satu) buah , tengah 2 (dua) buah, bawah 6( enam) buah, dan 8 (delapan) buah payung menggambarkan tahun kelahiran tanha luwu (1268).
• Bessi PakkaE
• 3 (tiga) buahgaris hitam pada bessi pakkaE melambangkan wilayah 3 (tiga) kerajaan “palili” (anak telluE): baebunta, bua, dan ponrang.
• 12 ( dua belas) ruas pada tiang / kayu bessi pakkaE adalah gambaran 12 (dua belas) anak suku tanah luwu.
• Sayap burung
• Jumlah bulu pada sayap terdiri atas 21 (dua puluh satu) helai yang melambangkan tanggal jadi kota Palopo ( tanggal 21).
• 2 (dua) buah sayap, kiri dan kanan adalah gambaran tahun jadi kota Palopo ( tahun 2002).
• Jumlah jendela pada mesjid jami’ sebanyak 6 (enam) buah melambangkan bulan jadi kota Palopo (bulan juni).
• Padi dan Kapas masing-masing berjumlah 11 (sebelas) melambangkan undang-undang nomor 11 tahun 2002 tentang pembentukan kabupaten Mamasa dan kota Palopo di propinsi Sulawesi Selatan.
• Roda dengan 7 (tujuh) gerigi melambangkan 7 (tujuh) strategi utama yang menjadi arah kebijakan pembangunan kota Palopo, yakni menjadikan kota Palopo sebagai kota Tujuh Dimensi ( Kota Religi, pendidikan, olahraga, adat / budaya, dagang, industri dan pariwisata).
• Perisai berisi 5 ( lima ), dimaksudkan sebagai suatu Negara kesatuan yang berasaskan pancasila.
Makna Warna
• Hijau
warna asli luwu yang menggambarkan kesuburan sekaligus dapat mencerminkan keindahan, kenyamanan dan kedamaian kota Palopo ( idaman).
• Kuning
Warna yang mencerminkan kemuliaan, keagungan dan keberhasilan.
• Merah
Warna tertinggi di luwu yang dapat menggambarkan ketegasan dan kerelaan berkorban.
• Putih
Warna kesucian, keikhlasan dan perdamaian.
• Hitam
Warna yang mencerminkan kekuatan
Sumber